Alasan Dilarang Letakkan Smartphone di Kasur

Finance Solutions

Smartphone kini telah menjadi perangkat penting dalam kehidupan manusia. Juga sudah menjadi rahasia umum bahwa beberapa pengguna tidak dapat dipisahkan dari ponsel mereka bahkan saat mereka sedang tidur. Pengguna sering meletakkan ponsel mereka di kasur di bawah bantal.

Apa pun alasannya, meletakkan ponsel di tempat tidur dapat memiliki efek jangka panjang yang tidak baik bagi kesehatan pengguna. Berikut adalah empat alasan utama untuk tidak meletakkan ponsel Anda di tempat tidur saat Anda tidur.

1. Risiko luka bakar Berita Gadget

Kebiasaan meletakkan ponsel di bawah bantal terbukti membahayakan keselamatan pengguna, seperti yang dialami Ariel Tolfree, remaja asal Texas, AS pada 2014.

Saat tidur, dia terbangun karena bau produk yang terbakar. Ternyata bau terbakar itu berasal dari ponselnya yang ia taruh di bawah bantal.

Menurut situs resmi London Fire Service, baterai ponsel bisa menjadi bahaya kebakaran jika tidak digunakan dengan benar. Misalnya kelebihan beban, korsleting, kerusakan atau terendam air. Untuk ponsel Tolfree sendiri, penjual ponsel mengatakan dalam manual bahwa ada risiko kebakaran jika gadget ditutupi dengan selimut atau bahan tebal lainnya, sebagaimana disiapkan oleh ABC News.

2. Risiko Terkena Radiasi Berita Teknologi

Ponsel diketahui memancarkan radiasi karena perangkat ini menggunakan frekuensi radio untuk berfungsi. Misalnya, ponsel generasi kedua, ketiga dan keempat (2G, 3G, 4G) mengirimkan frekuensi radio dalam rentang frekuensi 0,7 hingga 2,7 GHz, dan ponsel generasi kelima (5G) harus menggunakan spektrum frekuensi hingga 80 GHz . .

Menurut situs resmi National Cancer Institute (NCI), badan pemerintah AS untuk penelitian kanker, semua frekuensi ini termasuk dalam spektrum non-pengion, yaitu frekuensi rendah dan energi rendah.

“Energinya terlalu rendah untuk merusak DNA. Kerusakan DNA saja bisa menyebabkan perubahan gen yang bisa meningkatkan risiko kanker,” tulis NCI. Artinya, radiasi ponsel sebenarnya tidak menyebabkan kanker pada manusia. Namun, NCI mencatat bahwa penggunaan ponsel yang masif dan meluas seperti saat ini tidak menutup kemungkinan sedikit meningkatkan risiko kanker di kalangan pengguna.

Namun, ini belum dikonfirmasi oleh beberapa penelitian. NCI mengatakan bahwa tubuh manusia sebenarnya dapat menyerap energi dari perangkat yang memancarkan radiasi frekuensi radio, seperti ponsel. Namun, efek yang dihasilkan tidak diketahui secara luas. “

Satu-satunya efek biologis yang diakui secara sistematis dari penyerapan radiasi frekuensi radio pada manusia yang mungkin dialami publik adalah pemanasan bagian tubuh tempat ponsel dipegang (misalnya, telinga dan kepala), tulis NCI. .
Sebagai senyawa Pulse, meletakkan ponsel di dekat kepala dalam waktu lama juga dapat menyebabkan sakit kepala, nyeri otot, dan gangguan kesehatan lainnya.

3. Risiko kemandulan

Dalam studi terpisah, radiasi dari smartphone ini bahkan bisa menyebabkan penurunan kualitas sperma. Hal ini kemudian meningkatkan risiko kemandulan pada pria. Hal itu terungkap dalam sebuah penelitian berjudul Pengaruh Radiasi Ponsel Langsung Terhadap Kualitas Sperma, yang dilakukan oleh Igor Gorpinchenko dkk pada 2014.

Peneliti mengambil sampel air mani dari 32 pria sehat. Kemudian sampel dibagi menjadi dua kelompok dengan jumlah yang sama yaitu A dan B. Kedua sel sperma kelompok A dan B diinkubasi dalam termostat selama 5 jam. B

Bedanya, semen dari kelompok B diproses lebih lanjut, dalam bentuk telepon genggam dalam keadaan siaga, atau ditempatkan di dekat termostat. Akibatnya, kelompok B memiliki jumlah sperma progresif yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok A yang tidak diinkubasi dengan ponsel dalam keadaan siaga. “Jumlah sperma non-progresif secara signifikan lebih tinggi pada kelompok yang terkena radiasi ponsel. Fragmentasi DNA juga secara signifikan lebih tinggi pada kelompok ini,” Gorpinchenko et al. Para peneliti menyimpulkan bahwa ada hubungan antara paparan radiasi smartphone, tingkat fragmentasi DNA dan penurunan motilitas sperma.

Motilitas adalah kemampuan sperma untuk bergerak secara efisien untuk membuahi sel telur dan menyebabkan kehamilan yang sukses. Salah satunya ditandai dengan adanya sperma yang progresif dengan gerakan.

Menurut situs Medical News Today, sekitar 90 persen masalah kesuburan pria disebabkan oleh jumlah sperma yang rendah. Namun, motilitas sperma yang buruk dan bentuk sperma yang abnormal juga bertanggung jawab atas 10 persen faktor yang membuat pria tidak subur atau kesulitan memiliki anak.

4. Gangguan tidur Berita Sepakbola

Memainkan smartphone di tempat tidur juga dapat menyebabkan gangguan tidur bagi penggunanya. Ini karena layar LED ponsel memancarkan cahaya biru. Menurut penelitian, cahaya biru ini memiliki panjang gelombang yang bisa mengganggu ritme sirkadian dan menghambat produksi hormon melatonin yang bisa membuat kita lelah.

Ritme sirkadian itu sendiri adalah jam internal yang mengatur proses penting dan fungsi tubuh. Bangun dan tidur juga ditentukan oleh ritme sirkadian. Ritme ini bekerja erat dengan otak dan secara langsung dipengaruhi oleh sinyal lingkungan, terutama cahaya. Nah, jika Anda memainkan HP di malam hari sambil tidur, tubuh Anda mungkin secara tidak sengaja mendeteksi cahaya dari layar smartphone sebagai sinyal siang hari. Akibatnya, hormon melatonin, yang seharusnya diproduksi dalam jumlah lebih banyak di malam hari, justru turun. Itu membuat seseorang sangat mengantuk di malam hari.

Ketika ritme sirkadian terganggu, seseorang dapat mengalami gangguan tidur yang parah. Ini karena ritme sirkadian memberi tahu tubuh kapan waktunya untuk bangun dan tidur. Tanpa sinyal yang tepat, kita sulit tidur atau mengganggu kualitas tidur. Penelitian juga menunjukkan bahwa aritmia sirkadian adalah pemicu utama apnea tidur obstruktif. Apnea tidur obstruktif adalah gangguan tidur yang ditandai dengan ketidakteraturan pernapasan yang berulang. Kondisi ini dapat menurunkan kadar oksigen tubuh. Gangguan ritme sirkadian juga dapat menyebabkan kelelahan ekstrem di siang hari,

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.