Jarak Pandang Mata ke Layar Smartphone

Finance Solutions

Seberapa jauh pandangan mata Anda dari layar smartphone saat membaca artikel ini? Apakah terlalu jauh atau terlalu dekat? Di era digital saat ini, kebanyakan orang menghabiskan banyak waktu untuk menatap layar smartphone. Rata-rata orang Indonesia menghabiskan tiga jam sehari hanya untuk mengakses media sosial. Inilah yang dikatakan oleh perusahaan riset Inggris We Are Social. Penggunaan smartphone dalam waktu lama tentu akan mempengaruhi mata penggunanya. Oleh karena itu, pengguna disarankan untuk menjaga jarak antara mata dengan smartphone. Lalu berapa jarak ideal antara mata dengan layar smartphone?

Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa jarak ideal antara mata dan smartphone adalah 50-70cm, atau setidaknya menjaga jarak 40-45cm.

Selain itu, pengguna harus menjaga jarak sekitar 10-12 cm di bawah ketinggian mata. Melihat terlalu dekat ke layar smartphone adalah salah satu penyebab mata lelah. Plus, Anda menatap layar selama berjam-jam untuk melupakan waktu. Secara umum, menatap layar terlalu lama menyebabkan penglihatan kabur, mata kering, mata gatal, sakit kepala, serta nyeri leher dan bahu. Ada beberapa tips untuk meminimalkan dampak ini.

Jarak Rata-Rata Antara Pria dan Wanita Berita Gadget

Menurut majalah “Melihat jarak smartphone di usia presbiopia dan non-presbiopia” yang diterbitkan di Science Direct, pria dan wanita memiliki jarak ideal yang berbeda untuk melihat layar smartphone. Salah satu alasan perbedaan ini adalah perbedaan tinggi rata-rata antara pria dan wanita.

Rata-rata, wanita yang diteliti memiliki lengan bawah yang lebih pendek daripada pria, yang membuatnya lebih terlihat. Tim peneliti di Institute for Research and Study in Optics and Optometry (IRSOO) di Vinci, Italia, meneliti 233 subjek, terdiri dari 129 wanita dan 104 pria, berusia 16 hingga 90 tahun.

Selain jenis kelamin, peneliti juga membagi kelompok menjadi presbiopia dan presbiopia. Presbiopia sendiri sering disebut sebagai mata tua, atau suatu kondisi di mana kemampuan mata untuk secara aktif fokus pada objek di dekatnya perlahan menurun seiring bertambahnya usia. Terdapat 131 pasien tanpa presbiopia (16-39 tahun) dan 102 pasien dengan presbiopia (42-90 tahun). Akibatnya, tinggi wanita sekitar 34cm dan pria rata-rata sekitar 38cm. Studi ini juga menemukan bahwa rata-rata jarak mata ke layar adalah 36,1 cm saat duduk dan lebih dari 36,8 cm saat berdiri.

Pada kelompok usia non-presbiopia, jarak rata-rata antara mata dan layar adalah 35 cm dan pada presbiopia jaraknya sedikit lebih besar, sekitar 39 cm. Hasil penelitian kira-kira sesuai dengan rekomendasi jarak ideal mata ke layar smartphone.

Beberapa peneliti merekomendasikan untuk mengalihkan pandangan dari layar setiap 20 menit dan melihat objek yang berjarak sekitar 20 kaki selama 20 detik. Pandangan sekilas dipercaya dapat membantu mengatasi mata yang lelah.

  • Menyesuaikan kecerahan layar

Kurangi kecerahan jika Anda berada di ruangan yang cukup terang. Jika Anda berada di ruangan yang remang-remang, tingkatkan kecerahan sedikit agar mata Anda dapat melihat layar dengan lebih baik. Secara umum, ponsel dilengkapi dengan fitur penyesuaian kecerahan otomatis yang menyesuaikan kecerahan layar sesuai dengan kondisi lingkungan.

  • Hindari melihat ponsel di bawah terik matahari.

Apakah Anda sering menonton layar ponsel di bawah terik matahari dalam waktu lama? Sebaiknya kurangi kebiasaan ini karena dapat mencegah mata melihat layar dan membuat mata tegang.

  • Menyesuaikan Ukuran Font

Hal ini dapat dilakukan untuk memudahkan pengguna membaca atau mengetik teks di ponselnya.

  • Berkedip secara teratur.

Jangan berkedip ringan. Berkedip menyehatkan mata karena membersihkan permukaan mata dari partikel debu. Saat Anda berkedip, mata Anda mengeluarkan cairan untuk membersihkan dan menyegarkan mata Anda.

Tidak ada salahnya menggunakan kacamata pelindung radiasi untuk melindungi mata Anda dari cahaya biru perangkat digital. Namun, efektivitas kacamata anti-radiasi ini tergantung pada pemakainya, menurut Dr. Anshel, yang meluncurkan Lifehacker. Beberapa faktor yang mempengaruhi efisiensi antara lain penglihatan pengguna, penggunaan komputer, lingkungan kerja, dan kebiasaan menonton pengguna. Jika pemakainya tidak memiliki masalah mata sebelumnya, proteksi radiasi tidak diperlukan.

Namun, untuk orang dengan masalah mata, tidak ada yang menentang penggunaan kacamata pelindung radiasi. Sebelum memilih kacamata pelindung radiasi yang cocok, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis mata.

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.